Minggu, 01 April 2018

Refleksi Tujuan



Aku baru saja menemukan hal menarik dalam hidupku. Mungkin aku sering mendengar quote tentang ini, tapi tetap saja rasanya berbeda jika kita alami secara langsung.

Hal ini bermula dari Musang. Musang merupakan kepanjangan dari Musyawarah Anggota, yaitu forum tertinggi dalam kelembagaan di kampusku. Di situ kami merumuskan ulang peraturan lembaga, pemilihan pemimpin umum yang baru, dan tentunya memaparkan laporan pertanggung jawaban kepada seluruh anggota lembaga yang ada.

Periode sebelumnya aku menjabat sebagai koordinator suatu divisi yang berhubungan dengan sumber daya manusia. Tiba saatnya aku harus mempresentasikan laporan pertanggungjawabanku bersama dengan tiga staffku yang lain. Percaya diri aku memimpin presentasi kami yang menurutku sudah sangat baik. Divisi kami pada periode ini membuat banyak perubahan yang ada di organisasi. Kami menerapkan banyak inovasi baru dan menghasilkan output berupa anggota baru yang cukup banyak serta memiliki kompetensi yang gemilang. Jika diperhitungkan, periode ketika aku menjabat sebagai koordinator merupakan periode pengembangan sumber daya manusia yang paling sukses.

Namun, ternyata tanggapan orang lain terhadap kinerja kami, terkhususnya aku, dianggap kurang pas dari segi attitude. Banyak hal yang di luar program kerja kami diserang mereka. Penyerangan dilakukan lebih kepada personality ku. Iya. Aku yang mereka serang. Sebagai koordinator. Dan sebagai individuku sendiri.

Entah apakah hal tersebut sah ketika mereka menyerang bukan karena program kerjaku, tapi lebih kepada hal-hal lain yang bersifat pribadi. Waktu itu pun aku tidak berpikir sampai ke situ. Semua tanggapan mereka aku coba cerna. Apakah tidak ada sedikitpun dari mereka mencoba untuk melihat program-program kerja yang telah dibuat? Sistem yang dibuat? Pengembangan yang dibuat? Hasil yang luar biasa?

Kenapa?