Kamis, 14 Juni 2018

Meminta Maaf untuk Saling Menyakiti Kembali

sumber: Tumblr

Allahu akbar allahu akbar, laa illahailallah huwallahu akbar, allahu akbar walillahilham

Terdengar sayup-sayup suara takbir di sekitaran kampung. Suara tersebut bersahut-sahutan antar masjid dari RT yang berbeda. Malam ini akan menjadi malam yang menenangkan bagi mereka yang menyukai kumandangnya asma Allah dan akan menjadi malam panjang yang menyebalkan bagi mereka yang menginginkan malam hening nan sepi.
Selesai menjalankan shalat maghrib, Ridho segera berjalan menuju dapur. Sudah tidak sabar ingin menyeduh kopi dan menyesapnya. Sesuatu yang selama bulan Ramadhan ini jarang ia lakukan. Takut asam lambungnya naik karena harus puasa keesokan harinya, katanya. Entah apakah memang ada korelasi atau tidak, ia pun tidak peduli. Yang ia pedulikan sekarang adalah minum kopi. Titik.
Kurang elok rasanya jika minum kopi tidak sambil merokok. Maka dari itu setelah kopinya jadi, ia langsung membawanya duduk di teras dan langsung dibakarnya rokok sambil sesekali membalas sapaan orang-orang yang berlalu lalang di depan rumahnya.
Rumah Ridho yang tidak berada di pinggir jalan utama tidak mengharuskannya bertatap dengan banyak orang lewat. Hal itu menjadi keuntungan sendiri bagi Ridho karena malam ini dia sedang tidak ingin diganggu dengan sapaan orang-orang yang lewat, kebiasaan orang kampung jika melewati depan rumah orang.
Malam ini ia ingin berpikir.

Ngopi Bareng Aktivis

sumber: anakunTad

Selamat malam.
Barangkali di antara kalian ada yang termasuk aktivis, terutama aktivis tanggap bencana maupun sosial. Mungkin ada baiknya kita ngobrol sejenak sambil menyeruput kopi yang masih mengepul. Sebatang-dua batang rokok tidak jadi soal untuk teman mengobrol kita. Apa saja, asal pesan yang ingin aku utarakan bisa tersampaikan pada kalian.
Tanggal 18 Desember 2017 kemarin aku mendapati kabar salah seorang artis di Korea Selatan yang bernama Jonghyun meninggal dunia. Tentunya kalian para remaja yang akrab dengan dunia maya tahu mengenai kabar ini. Tahu pula kalau berita ini cukup fenomenal dan menjadi trending topic di dunia. Warganet berduka untuk beberapa hari ini.
Kabar tentang meninggalnya Jonghyun tidak lantas membuat semua orang ikut berduka. Ada saja orang-orang seperti kalian yang memanfaatkan isu untuk nyinyir, berkomentar ini-itu. Paling banyak terdengar yaitu nyinyiran yang membandingkan antara reaksi duka warganet ketika mendengar kabar meninggalnya Jonghyun dengan reaksi terhadap Palestina. Bahkan terdapat akun dengan ribuan pengikut menuliskan “Ribuan manusia dibunuh di Palestina, mereka diam. Satu plastik bunuh diri, mereka menangis.”
Wow.

Sistem Pendidikan yang Mengebiri Kreativitas: Cerminan Kurikulum Hutan Rimba

sumber: google.com

Di sebuah hutan rimba, hiduplah berbagai jenis hewan dengan tipe keahlian masing-masing dalam bertahan hidup. Ada Burung yang pandai terbang, Monyet yang pandai memanjat, Ikan yang pandai berenang, Kelinci yang pandai melompat, dan masih banyak hewan lainnya.
Pada suatu hari, datanglah seseorang yang ingin menetapkan sebuah aturan dalam hutan tersebut. Ia ingin mengukur kemampuan Burung, Monyet, Ikan, Kelinci, dan hewan-hewan lainnya untuk mengetahui siapa yang paling hebat di antara mereka semua. Atas dasar keadilan, dibuatlah tes yang sama, yaitu tes melompat.
Dilatihlah semua hewan untuk belajar melompat, mereka berlatih dengan sama giatnya satu sama lain. Saat tes melompat dimulai, Burung, Monyet, dan Ikan mencoba untuk melompat dengan lincah. Mereka mencoba untuk mempraktekkan apa yang telah dipelajarinya selama ini. Namun, hasilnya tetap tidaklah sepandai Kelinci yang memang memiliki keahlian melompat. Gerakan hewan lain tidaklah segesit dan selincah Kelinci.
Orang tersebut tidak hanya melakukan tes, tetapi juga menetapkan standar minimal perilaku melompat yang baik. Adanya standar minimal perilaku melompat tersebut membuat Burung, Monyet, dan Ikan berusaha lebih keras dan lebih gigih, mereka berlatih setiap siang dan malam, di setiap harinya. Kesibukan mereka dalam berlatih, ternyata memberikan efek samping dalam diri mereka masing-masing. Burung lupa caranya membentangkan sayap untuk terbang, Monyet lupa bagaimana menggunakan cakar-cakarnya untuk memanjat, dan bahkan Ikan lupa caranya menggeleparkan tubuh untuk berenang seperti sediakala. Mereka kehilangan keahlian alami dalam diri mereka, tetapi juga tetap tidak bisa melampaui kehebatan Kelinci.