![]() |
| sumber: anakunTad |
Selamat malam.
Barangkali di antara kalian
ada yang termasuk aktivis, terutama aktivis tanggap bencana maupun sosial.
Mungkin ada baiknya kita ngobrol sejenak sambil menyeruput kopi yang masih
mengepul. Sebatang-dua batang rokok tidak jadi soal untuk teman mengobrol kita.
Apa saja, asal pesan yang ingin aku utarakan bisa tersampaikan pada kalian.
Tanggal 18 Desember 2017
kemarin aku mendapati kabar salah seorang artis di Korea Selatan yang bernama
Jonghyun meninggal dunia. Tentunya kalian para remaja yang akrab dengan dunia
maya tahu mengenai kabar ini. Tahu pula kalau berita ini cukup fenomenal dan
menjadi trending topic di dunia. Warganet
berduka untuk beberapa hari ini.
Kabar tentang meninggalnya
Jonghyun tidak lantas membuat semua orang ikut berduka. Ada saja orang-orang seperti
kalian yang memanfaatkan isu untuk nyinyir, berkomentar ini-itu. Paling banyak
terdengar yaitu nyinyiran yang membandingkan antara reaksi duka warganet ketika
mendengar kabar meninggalnya Jonghyun dengan reaksi terhadap Palestina. Bahkan
terdapat akun dengan ribuan pengikut menuliskan “Ribuan manusia dibunuh di
Palestina, mereka diam. Satu plastik bunuh diri, mereka menangis.”
Wow.





